Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan !

Kepedulian terhadap lingkungan mutlak harus dimiliki semua orang jika ingin daya dukung lingkungannya tetap baik. Tetapi menyangkut perencanaan lahan, maka kita bisa sandarkan sedikit harapan pada arsitek perencana. Idealnya adalah makin banyak yang peduli dan lingkunganya makin baik. Bukan lagi perencanaan yang asal untung. 

Dasar pemikiran yang nyata bahwa masih banyak perencanaan ruang yang semena-mena tanpa melihat karakteristik daerah, seperti banyaknya lahan yang seharusnya menjadi lahan untuk konservasi dihabiskan oleh desain untuk kepuasaan pemilik modal. Dalam hal ini sudah banyak kejadian yang berakhir bencana pada masyarakat. Baik itu bencana secara langsung maupun tidak langsung. 
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Nah bencana langsung yang biasa terasa adalah kebutuhan air yang timpang dimana ada pihak sangat diuntungkan sementara di pihak lain merasa kesulitan mendapat akses air bersih ini, ambilah contohnya kasus masyarakat ciumbuleit dan setiabudhi hanya karena pengambilan air tanah yang berlebihan oleh dua apartemen sekitar lokasi tersebut, masyarakat menjadi kekurangan air, belum lagi sinar matahari yang tertutupi oleh gedung apartement yang mengalahkan tingginya bangunan milik penduduk.

Selanjutnya ruang terbuka publik yang menjadi sempit  dimana masyarakat umum semakin sulit mengakses ruang bersama. Ketidak beradaan ruang publik ini adalah bencana tidak langsung yang pada akhirnya akan mengkotak-kotakan masyarakat dengan sikap egoistis dan individualistic, dengan sendirinya akan menghilangkan rasa kebersamaan yang menjadi ciri masyarakat timur. Ruang public yang dipersempit ini bisa dilihat dari perumahan-perumahan besar di kompleks semacam kota baru parahyangan, kota wisata cibubur, villa istana bunga, dan perumahan lainya di kawasan bandung utara yang seyogianya dijadikan kawasan konservasi air dan tanah. Perumahan yang mengambil gaya arsitektur kebarat-baratan pada akhirnya meninggalkan identitas ketimuran, pun dengan budaya dan gaya hidupnya.

Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Ruang public yang menghilang dengan sendirinya akan menghilangkan rasa kebersamaan, dengan demikian bencana yang tidak terasa ini akan terus melanda bangsa Indonesia bila kejadian serupa tidak diantisipasi dari sekarang, lebih jauh lagi Dalam konteks lingkungan, banyak perencanaan yang semena-mena merubah kontur alami dengan memangkas bukit, menggunduli serta mengganti karakteristik pepohonan dengan pohon palsu di depan gerbang masuk kota baru parahyangan serta pohon penghias sepanjang jalan, atau kota fantasi di cibubur yang sangat tidak terbayang dari mana datangnya, begitipun dengan desain rumah yang mungkin saja jika soekarno masih akan terheran-heran dengan keadaan sekarang dimana identitas bangsa Indonesia semakin luntur dengan derasnya arus globalisasi tanpa mengindahkan karakteristik wilayah sekitar.

Dari perspektif lingkungan, perencanaan yang baik hendaknya memberikan banyak hal positif  bagi masyarakat setempat bukan mengerdilkan bahkan sedikit demi sedikit menghilangkan atau menguburnya dalam system yang berjalan seiring waktu. Dampak negative dari setiap perencanaan kerap ditemui, hanya saja media tidak begitu besar mem-blow up kejadian dari setiap pembangunan yang tidak ramah lingkungan tersebut.

Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Dinas tata ruang dan pemukiman dalam satu kesempatan pernah mengadakan diskusi tentang perencanaan di KBU (Kawasan bandung Utara) dalam kesempatan itu dipaparkan tentang konsep perencanaan untuk KBU yang sangat ideal, tentang pembangunan yang masih memenuhi kaidah konservasi air dan tanah. Ada titik terang bahwa sebenarnya konsepsi ideal arsitektur dalam menggunakan lahan pada dasarnya harus sesuai dengan peruntukan dan tata guna lahan yang tersedia, tidak bisa seenaknya membangun tanpa perencanaan desain yang universal menyangkut masalah dampak sosial dan lingkungan. 

Namun, kenyataan di lapangan menunjukan hal sebaliknya. Masih banyak perencanaan-perencanaan yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku seperti tidak mau ambil pusing dengan kenyataan yang ada di lapangan, dampak sosial dan linhkungan. Masyarakat setempat terpinggirkan lalu jatah lingkungan dan akses ruang terbuka yang dibatasi. Hal ini mengakibatkan rasa kebersamaan dalam sendi-sendi kehidupan perlahan luntur karena masyarakat tidak diberikan ruang yang bisa berinteraksi satu sama lain. Begitupun dengan hilangnya sense of belonging terhadap lingkungan setempat yang mengakibatkan sikap acuh tak acuh, tidak peduli dan masa bodoh.

Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Pada dasarnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan adalah untuk kesejahteraan seluruh masyarakat, indicator keberhasilan pembangunan ini terdiri dari tiga faktor yaitu masyarakat, ekonomi dan lingkungan, ketiga daktor tersebut harus harus dipenuhi. Jika salah satu dan tiga sendi pembangunan berkalanjutan tidak terpenuhi dalam arti ada korban pembangunan, maka perlu ditinjau ulang.

Rencana pembangunan selalu terjadi tarik menarik kepentingan seperti ekonomi dan lingkungan. Di salah satu pihak kepentingan ekonomi sangat mendominasi, sementara di pihak lain kepentingan lingkungan sangat penting. Kedua kepentingan sebetulnya tidak akan terjadi tarik menarik bila perencana bisa memberikan solusi konkrit dalam memadukan kedua kepentingan tersebut. Jika tiga esensi konsep berkelanjutan diterapkan maka tarik menarik kepentingan tersebut bisa dikurangi. Tiga esensi pembangunan teersebut adalah pertama, memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan yang akan datang. Kedua, tidak melampaui daya dukung lingkungan. Ketiga, mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan menyelaraskan antara sumber daya manusia dan pembangunan dengan sumber daya alam.

Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan – Griya Bagus
Jika arsitektur adalah seni mendesain, membangun dan mewujudkan ide menjadi karya termasuk salah satu bidang yang mengubah peradaban setelah bahasa dan filsafat. Ide dan karya arsitek sangat menentukan lingkungan di dalamnya, maka hendaknya setiap ide dan karya dalam merencanakan tidak dilihat parsial. Perencana wilayah yang sesuai kaidah konservasi tanpa terdesak investasi adalah keharusan, karena kualitas lingkungan saat ini sangat menentukan masa depan kehidupan.


Sumber : Buku sisi lain arsitektur, sipil dan lingkungan.

1 Response to "Arsitek (Harus) Peduli Lingkungan !"

  1. Meskipun sudah terlanjur parah, tetapi jangan menyerah. Ayo mulai sekarang bantu kami Greenpack untuk menjadikan indonesia lebih hijau. Katakan tidak pada styrofoam. Kunjungi Greenpack di sini http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel